Sabtu, 20 Juli 2013

RESIKO JADI ORANG KAYA

# "Enak ya, jadi orang kaya.." #

“Enak ya, jadi orang kaya..”, begitu di antara komentar yang keluar dari banyak orang ketika menyaksikan orang lain yang dinilainya penuh dengan kenikmatan duniawi.

Ajaran Islam tidak pernah melarang umatnya menjadi orang kaya sepanjang ia mendapatkannya dengan cara yang halal. Kemudian ia pergunakan dan belanjakan harta yang dimilikinya itu sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya

Akan tetapi Saudaraku, ketahuilah bahwa menjadi ‘orang kaya’ itu memiliki berbagai resiko yang tidak ringan. Di antaranya sebagai berikut :

✓ Pertama, orang yang bergelimang dengan harta sungguh telah masuk perangkap fitnah.

عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ

Dari Ka’ab bin ‘Iyadh radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya masing-masing umat ada fitnahnya dan fitnah umatku adalah harta.” [HR. Tirmidzi dalam sunannya no. 2507 dishohiehkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shohihut Targhib wat Tarhib no. 3253]

✓ Kedua, mereka yang berlomba-lomba memperbanyak harta termasuk golongan yang dikhawatirkan Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam terperosok kepada berbagai keburukan.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَا أَخْشَى عَلَيْكُمُ الْفَقْرَ وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّكَاثُرَ وَمَا أَخْشَى عَلَيْكُمُ الْخَطَأَ وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمُ الْعَمْدَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian akan tetapi yang aku khawatirkan atas kalian yaitu berlomba-lomba memperbanyak harta. Dan bukanlah kesalahan yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi yang aku khawatirkan atas kalian adalah kesengajaan melakukan kesalahan.” [HR. Ahmad dalam musnadnya no. 8295 dishahihkan Syaikh Al Albaniy rahimahullah dalam Shohihut Targhib wat Tarhib no. 3256]

Saudaraku, renungi pula firman Allah dalam surat At Takaatsur.

✓ Ketiga, kemewahan lebih banyak menghantarkan kepada kedurhakaan dan mengundang adzab Alloh Ta’aala.

Allah Ta’aala berfirman :

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu supaya menta’ati Allah tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” [QS. Al Isroo’ ; 17 : 16]

Saudaraku, perhatikanlah sekeliling kita. Siapakah yang memiliki potensi besar merusak agama dan kehidupan kita? Ternyata para perusak itu adalah mereka yang bergelimang harta namun ia tak bertakwa.

✓ Keempat, mereka yang bergelimang harta jika bodoh terhadap urusan akhirat dan pandai dengan urusan dunia termasuk orang yang dibenci Allah Ta’aala.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه- قَالَ رَسُوْلُ الله- صلى الله عليه و سلم-. إِنَّ اللهَ تَعَالَى يُبْغِضُ كُلَّ عَالِمٍ بِالدُّنْيَا جَاهِلٍ بِالآخِرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang mengerti urusan dunia tapi bodoh dengan urusan akhirat.” [HR. al-Hakim dalam Tarikhnya dishahihkan oleh Syaikh Al Albaniy rahimahullah dalam Shohihul Jaami’ no. 1879]

✓ Kelima, harta akan menghantarkan pemiliknya kepada Neraka jika ia membelanjakannya sesuai selera nafsunya.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallohu ‘anhuma ia mengatakan, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda :

الدنيا حلوة خضرة فمن أخذها بحقها بارك الله له فيها ورب متخوض فيما اشتهت نفسه ليس له يوم القيامة إلا النار

“Dunia itu manis lagi hijau (indah), maka barangsiapa yang mengambilnya sesuai dengan haknya, Allah akan memberikan berkah kepadanya dalam hartanya, dan berapa banyak orang yang membelanjakan harta sesuai dengan kemauan nafsunya, tidak ada balasan baginya pada hari kiamat selain Neraka.” [HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir dinilai Shahih lighoirihi oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihut Targhib wat Tarhib no. 3219]

✓ Keenam, jika orang kaya masuk surga ia telah di dahului oleh saudaranya yang fakir lima ratus tahun sebelumnya.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُسْلِمِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِنِصْفِ يَوْمٍ وَهُوَ خَمْسُمِائَةِ عَامٍ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kaum muslimin yang fakir akan masuk surga setengah hari lebih dahulu sebelum orang-orang kaya dan setengah hari itu ialah lima ratus tahun.” [HR. Tirmidzi dalam sunannya no. 2528 dan dishahihkan Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shohihut Targhib no. 3189]

Semoga bermanfaat, barokallahu fiikum..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar